Hari ini saya dapat pelajaran sangat berharga. Pagi ini saya sudah sampai di kantor pagi sekali. Kenapa? karena tukang ojek langganan saya yang biasanya hanya mengantar sampai Kranji kali ini bilang bahwa dia mau antar saya gratis sampai kantor saya di Tambun karena dia juga ada keperluan di Tambun.
Setelah sampai di depan kantor, saya langsung menyodorkan uang untuk mengganti bensin. Namun Bapak itu menolak sambil berkata, "saya ikhlas kok, bu. karena ibu juga sudah baik sama saya."
Saya tersenyum lalu mengucapkan terima kasih. Sesampainya di meja duduk saya, saya berpikir. Ternyata tidak semua orang yang tidak punya materi itu berorientasi hanya pada uang. Buktinya Bapak ini masih ingat bahwa selama ini saya baik dengannya. Entah dari sisi mana dia lihat saya baik tetapi memang selama ini saya tidak menganggapnya hanya sebagai Tukang Ojek. Tapi saya melihatnya sebagai sahabat dan juga sebagai orang tua saya.
Hati saya benar - benar tersentuh. Ternyata di tengah keadaan yang serba susah saat ini, di mana setiap orang hanya mementingkan dirinya sendiri dan egois terhadap yang lain, masih berdiri satu orang tukang ojek yang peduli dengan kebaikan orang lain.
Selamat pagi, Pak. Terima kasih atas kebaikanmu hari ini. Semoga Tuhan yang membalasnya dengan memberikan banyak berkat padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar