Kenapa?
Karena ada saja ulah orang iseng di kantor yang akhirnya menghambat rejeki saya dan suami saya.
Apa saya marah?
Tentu tidak. Saya malah semakin mendoakan semoga orang itu bisa semakin bahagia hidup dengan keluarganya.
Kenapa begitu?
Ya iya. Karena saya yakin bahwa dengan dia menghambat rejeki saya saat ini, dia sudah membantu saya untuk mendapatkan rejeki yang lebih banyak lagi. Mungkin tidak sekarang tapi besok, bulan depan, tahun depan.. Siapa yang tahu...
Apa saya sedih?
Saat pertama kali tahu bahwa rejeki saya terhambat karena ulahnya, saya sedih. Tapi saya imani semuanya dengan kasih Yesus. Saya berdoa. Saya serahkan semua dalam nama Yesus. Lalu sedih saya hilang.. hehehehehehe...
Yakin bahwa ini semua yang terbaik?
Tentu saja. Seribu persen. Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan untuk memperoleh uang. Kalau dipikir dengan akal sehat rasanya tidak mungkin tetapi saya tidak akan marah, tidak akan sedih berlarut - larut. Karena saya percaya bahwa Tuhan saya sudah menyediakan rejeki berlimpah untuk saya. Malah yang terbaik dan lebih baik dari yang sekarang ini....
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar